Beranda Batam Susiwijono Moegiarso Ingatkan Tantangan Ketidakpastian Ekonomi Global

Susiwijono Moegiarso Ingatkan Tantangan Ketidakpastian Ekonomi Global

7
BERBAGI
Foto : BP Batam

Batam | beritabatam.co : Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, hadir dan memberikan arahan kepada 278 Pejabat Eselon II, III, IV dan Unit Usaha BP Batam yang baru saja dilantik Jum’at lalu, pada Senin 13 Januari 2020, bertempat di Ruang Balairungsari BP Batam. 

Susi menyampaikan beberapa poin penting untuk para pejabat yang baru dilantik terkait dengan ketidakpastian ekonomi global yang sedang dihadapi. Untuk menghadapi tantangan ini, Susi mengimbau kepada para pejabat untuk meningkatkan integritas, kapasitas, dan produktivitas serta menguatkan soliditas di unit kerja masing-masing guna mengejar target kinerja. 

“Mumpung baru dilantik kemarin. Saya ingin bertemu menyampaikan konsep kementerian kita ke depan bersama menghadapi tantangan dan dinamika yang ada. Dengan semangat jabatan baru, kita jaga sama-sama. Tahun ini kita fokus ke berbagai tantangan. Fokus pada tujuan pada BP Batam ke depan. Fokus pada pengembangan ke depan,” ungkap Susi.

Iklan

Sesmenko Perekonomian mengingatkan bahwa amanah yang telah diberikan merupakan penghargaan sekaligus ujian terhadap tantangan besar yang akan dihadapi ke depan. Pemerintah memberikan perhatian dan tantangan besar bagi Batam dengan potensinya yang luar biasa harus dimaksimalkan. 

“Saya mengingatkan posisi BP Batam, mewakili negara mewakili pemerintah mewakili kepentingan publik. Potensi yang luar biasa ada pada BP Batam (seperti unit bisnis usaha strategis) mari kita dorong kita support. Tolong jaga amanah itu. Tantangan dari Presiden harus kita lakukan, mau tidak mau kita harus lakukan perubahan.” 

Dalam pemaparannya, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian mengatakan, saat ini tantangan ekonomi global begitu luar biasa mengalami ketidakpastian. Ekonomi dunia mengalami perlambatan, baik di negara maju maupun berkembang, yang diakibatkan oleh banyak faktor, seperti perang dagang China-AS, ketegangan geopolitik internasional (Jepang–Korea Selatan; Amerika Serikat-Iran; Brexit), pelemahan aktivitas manufaktur, dan fluktuasi harga komoditas, mempengaruhi kebijakan ekonomi yang harus diambil oleh Indonesia.

Susi juga menekankan bahwa menghadapi kekhawatiran perlambatan perekonomian global, maka daya saing SDM harus didorong. Ia meminta kepada Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto untuk memberikan perhatian besar pada pengembangan SDM BP Batam tahun ini.

“Semangatnya perlu kita dorong dengan meningkatkan competitiveness-nya dan kompetensinya. Pengembangan SDM saya kira dengan melihat kapasitas SDM BP Batam yang ada (saat ini), saya yakin sangat bisa kita menangkan ini ke depan,” kata Susiwijono. 

Dalam kesempatan ini, Susiwijono memaparkan sejumlah tantangan, peluang dan outlook perekonomian Indonesia saat ini dan ke depan sesuai dengan Visi Misi dan Arahan Presiden yang telah tertuang dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) 2020-2024. 

Ia juga menerangkan upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 6% dengan Program Percepatan (Quick Wins) dan Program Kerja 2020-2024 untuk mencapai target tersebut. Hal ini disampaikan guna menyamakan persepsi BP Batam dalam menjalankan tugas dan arah pengembangan kedepan disesuaikan dengan RPJMN 2020-2024.

“RPJMN Baru ditentukan oleh pemerintah itu menjadi pegangan dalam menjalan tugas teman-teman. Jangka pendek (untuk Batam) kita fokus investasi dan ekspor, industri manufaktur pendorong ekspor. Batam ke depan, juga menjadi program Presiden,” katanya.

Dalam Program Percepatan (quick wins), Susi mengatakan bahwa arahan Presiden RI Joko Widodo meminta dilakukan pengintegrasian pengembangan dan pengelolaan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi satu kawasan ekonomi terintegrasi guna meningkatkan realisasi investasi dan penguatan kelembagaan 3 daerah KPBPB lain, yakni Bintan, Karimun dan Tunjung Pinang. Program Percepatan ini ditargetkan dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan diawali dengan pemetaan konsep pengembangan Kawasan BBKT (Batam, Bintan, Karimun, Tanjung Pinang).

“Kami ditarget quick wins 3 hingga 6 bulan. Intinya kawasan Batam dan sekitarnya kita bangun sama-sama, sesuai arahan Presiden,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. (BP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here