Home Utama Siap Siap Saksikan Gerhana Bulan Rabu Dini Hari, Yuk Tunaikan Sholat Gerhana

Siap Siap Saksikan Gerhana Bulan Rabu Dini Hari, Yuk Tunaikan Sholat Gerhana

559
SHARE
Proses Terjadinya Gerhana Bulan Foto : Suara,com

Viral | beritabatam.co : Satu lagi fenomena alam yang sangat sayang untuk dilewatkan. Sebagaimana yang banyak diberitakan, gerhana bulan sebagian akan terjadi pada Rabu (17/07/19)

“Ini adalah gerhana Bulan terakhir di 2019, sekaligus gerhana bulan kasatmata terakhir hingga setidaknya dua tahun ke depan,” ujar Marufin, Senin (15/7/2019). Sebagaimana dilansir kompas.

Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan gerhana bulan akan terjadi mulai Rabu pukul 03.01 WIB . Dan puncaknya akan terjadi pukul 04.30 WIB. Total waktu gerhana bulan sebagian sekitar 2 jam 58 menit.

Berbeda dengan gerhana bulan penuh, gerhana bulan sebagian hanya akan memperlihatkan warga merah setengah pada bidang bulan.

Gerhana bulan yang dapat disaksikan dengan kasatmata ini diperkirakan baru akan kembali terjadi pada tahun 2021. Berdasarkan data Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), sepanjang 2020 sebenarnya akan ada 4 gerhana bulan. Sayangnya, keempatnya adalah gerhana bulan penumbra alias tak kasat mata. Gerhana bulan kasat mata berikutnya baru akan terjadi lagi pada 26 Mei 2021, yang merupakan gerhana matahari total.

Kementerian Agama mengimbau masyarakat Muslim untuk melaksanakan sholat gerhana pada 17 Juli 2019. Sebab, saat itu diprediksi bakal terjadi gerhana bulan.

“Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04:30 WIB,” ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin, dalam keterangan tertulis, Senin (15/07/19), sebagaimana dilansir moslem chanel.

Amin mengatakan, Bimas Islam telah mengirimkan surat edaran kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenag untuk mengajak masyarakat melakukan sholat gerhana atau sholat khusuf.

“Pelaksanaan sholat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” ucap dia. Kemenag juga mengajak masyarakat memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amalan lain.

Dalam siaran persnya, Kemenag juga menyampaikan tatacara Salat Gerhana:

  1. Berniat di dalam hati;
  2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
  3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
  4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;
  5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;
  6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
  7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
  8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
  9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
  10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
    k. Salam.

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah. (Kom-MC)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here