Home Batam Saat Walikota Rudi Cerita Sejarah Nama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Saat Walikota Rudi Cerita Sejarah Nama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

344
SHARE
Rudi Kisahkan Latar Belakang dan Nama Masjid Sultan Foto : mediacenterbatam

Batam | beritabatam.co : Walikota Batam, Muhammad Rudi menyempatkan menceritakan sejarah nama Sultan Mahmud Riayat Syah yang menjadi nama masjid kebanggaan warga Batam tersebut.

Rudi mengisahkan sejarah kerajaan melayu itu saat meresmikan masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jum’at (20/09/19), di Sagulung kota Batam. dikutip dari laman mediacenterbatam.

Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang memiliki wilayah tersebar yang saat ini berada pada Provinsi Riau dan Kepulauan Riau di Indonesia serta Johor dan Pahang di Malaysia.

Lahir Agustus 1760 di dalam Istana Hulu Sungai Carang dengan nama kecil Mahmud. Ia naik takhta sebagai sultan ke-15 di usia sangat belia, dua tahun, menggantikan ayahnya Tengku Abdul Jalil bin Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.

“Kisah kepahlawanannya begitu tersohor, utamanya ketika melawan pasukan Belanda di Tanjungpinang pada 1784,” tutur Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Kepahlawanan Sultan Mahmud Riayat Syah bahkan sudah diakui pemerintah Republik Indonesia. Pada 9 November 2017, Sultan Mahmud Riayat Syah dianugerahi gelar pahlawan nasional. Beliau menjadi tokoh Kepulauan Riau ketiga yang mendapat gelar pahlawan nasional. Pendahulunya yakni Raja Fisabilillah pada 1997 dan Raja Ali Haji pada 2004.

Tak lupa Rudi berkisah latar belakang pendirian masjid yang disebut akan jadi destinasi wisata religi kota Batam tersebut.

Bermula di tahun 2009 ketika ia menjabat sebagai anggota DPRD Kota Batam. Saat itu Rudi sedang berkeliling kota dan melaksanakan salat Jumat di salah satu masjid wilayah Sagulung-Batuaji. Ia heran banyak jemaah yang keluar meski salat Jumat belum selesai. Setelah diselidiki ternyata mereka adalah pekerja galangan kapal di wilayah Tanjunguncang. Mereka terburu-buru karena takut terlambat kembali ke tempat kerja.

“Sebabnya jarak masjid dengan tempat bekerja mereka cukup jauh. Peristiwa ini terus membekas di hati saya. Hingga terbersit niat untuk membangun masjid besar di kawasan ini,” ujarnya.

Ketika 2011 diberi amanat sebagai Wakil Walikota Batam, Rudi mulai memohon lahan untuk pembangunan masjid. Permintaan itu baru diloloskan dua tahun kemudian. Dan saat 2016 menjabat sebagai Walikota Batam, pekerjaan pembangunan masjid mulai dilakukan. Batu pertama masjid diletakkan pada 30 April 2017. (MCB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here