Home Nasional Ketidakjelasan Kewenangan Penindakan disebut Jadi Penghambat Pengamanan Perairan Indonesia

Ketidakjelasan Kewenangan Penindakan disebut Jadi Penghambat Pengamanan Perairan Indonesia

190
SHARE
Foto : Tirto.id

Nasional | beritabatam.co : Ketidakjelasan undang-undang dalam mengatur pihak yang berwenang menindak pelanggaran di wilayah laut oleh pihak asing ini turut menghambat pengamanan perairan Indonesia.  Termasuk kasus terbaru di perairan Natuna yang sempat memanas diterobos kapal nelayan China.

Hal ini disampaikan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sukamta. Ia menilai adanya tumpang tindih kewenangan pengamanan laut antara TNI Angkatan Laut, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Polisi Air.

“Yang perlu diperhatikan adalah saling rebutan kewenangan pengamanan laut antara Angkatan Laut, Bakamla RI, dan polisi air,” kata Sukamta saat menjadi pembicara dalam diskusi soal kisruh Natuna di Jakarta pada Senin (13/01/20). Sebagaimana dimuat laman CNN Indonesia.

“Bakamla selain tidak jelas tugasnya, kantor dan armadanya juga belum jelas. Kalau kita lihat China, ukuran kapal coast guard-nya saja lebih besar dari kapal KRI kita,” ucapnya menambahkan.

Menurut Sukamta, pemerintah harus segera memperjelas lembaga yang berwenang dalam menindak dan menegakkan hukum setiap pelanggaran terhadap perairan Indonesia. Sukamta juga mengangkat masalah terkait perbedaan pendapat dalam pemerintah terkait penanganan isu Natuna dan pengamanan laut secara luas.

Sukamta memaparkan ada 24 undang-undang dan dua peraturan pemerintah yang mengatur keamanan laut. Namun, puluhan dasar hukum itu tak menjelaskan secara rinci siapa yang berwenang dalam melakukan penindakan, penyelidikan, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran di perairan Indonesia.

“Banyak sekali yang atur keamanan laut tapi tugasnya tidak pernah jelas, jadi multi agency tapi tidak jelas tugasnya. Yang kami harapkan adalah single agency tapi multi task dalam penegakan hukum di laut,” kata Sukamta.

Senada dengan Sukamta, Pendiri dan CEO Indonesian Ocean Justice Initiative, Mas Achmad Santosa, mengatakan seluruh lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengamanan laut harus kompak dan bekerja sama dalam merespons pelanggaran keamanan di perairan Indonesia.

Achmad juga menuturkan seluruh lembaga terkait diharapkan bisa melaksanakan patroli terkoordinasi untuk benar-benar mengamankan laut Indonesia secara lebih efektif. (CNN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here