Beranda Batam Banjir dan Pembangunan Jadi PR Calon Pemimpin Batam kedepan

Banjir dan Pembangunan Jadi PR Calon Pemimpin Batam kedepan

199
BERBAGI
Foto : Istimewa

Batam | beritabatam.co : Inilah cerita yang selalu berulang tiap kali hujan mengguyur kota Batam. Mungkin tidak seara keseluruhan, tapi di beberapa titik utamanya daerah rendah, genangan air yang mengakibatkan banjir jadi pemandangan rutin setiap hujan turun di kota Batam.

Ketua Presidium LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86), Ta’in Komari memberikan penilaian bahwa ada yang salah dalam perencanaan pembangunan dikota yang berseberangan langsung dengan Singapura tersebut.

“Kami juga gak ngerti bagaimana perencanaan pembangunan Kota Batam belakangan ini, yang kita lihat ya setiap turun hujan selalu terjadi banjir, ” katanya.

Iklan

Menurut Cak Ta’in, panggilan akrab mantan dosen Unrika Batam itu, mungkin kondisi ini disebabkan pembangunan, terutama pelebaran jalan, yang tidak mempertimbangkan aspek lainnya.

“Artinya perencanaan jangka panjangnya mungkin gak punya. pembangunan dilaksanakan parsial setiap tahun, ” jelas Cak Ta’in.

Lebih lanjut Cak Ta’in menjelaskan, mungkin saat pembangunan pelebaran jalan tidak dihitung debit air dengan intensitas tertentu yang dapat ditampung parit yang ada. Selain itu wilayah Batam yang berbukit-bukit tentu memerlukan perencanaan pembangunan yang matang dan harus berpikir jangka panjang.

“Elevasi dan kontur lahan perlu diperhatikan, serta tahu persis kemana arah air hujan dibuang ke muara secara cepat,” paparnya.

Menurutnya, ketika jalan belum dibangun disebarkan, sisi kanan kiri ada tanah terbuka yang merupakan daerah resapan air sehingga ketika terjadi hujan, air tidak masuk ke parit semua.

“Kondisi sekarang ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan simpang 4 Nagoya yang gak pernah banjir, sekarang banjir. Begitu juga titik lainnya. ” tambahnya.

Ini akan menjadi pekerjaan berat bagi siapapun yang akan memimpin Kota Batam ke depan, sebab dengan kondisi sekarang maka diperlukan perencanaan ulang secara komprehensif untuk kepentingan jangka panjang.

“Di Batam ini kita tak boleh berpikir sepotong-sepotong, mesti kompleks dan berorientasi jangka panjang,” tutup Cak Ta’in. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here